Jumat, 01 April 2016

CARA MENGGALI PRESTSI DIRI

Cara menggali potensi diri

 
 
 
 
 
 
13 Votes

Rafael Solano seorang penggali tambang sudah merasa putus asa. Karena telah berbulan-bulan gagal dan telah 999.999 kali menguji batuan lunak di antara batu cadas dari sebuah sungai kering tanpa hasil.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa, namun ia berhenti sekali lagi dan berusaha mencoba untuk kesejuta kalinya. Apa hasilnya Dari sebongkah batuan yang tampak tak berharga ia menemukan berlian terbesar dan paling cemerlang di dunia yang dikenal sebagai The Liberator.
Demikian halnya dengan potensi diri kita, ia serupa permata yang harus digali, dicari, ditemukan, dan diasah hingga berkilau. Hingga bakapotensi yang kita miliki dapat dikembangkan. Namun pada kenyataannya mengapa seringkali kita sulit menggali potensi diri?
PENYEBABNYA
1. Merasa tidak percaya diri.
Rupanya masalah rasa percaya diri sudah menjadi permasalahan klasik di semua lapisan masyarakat. Komentar seperti “Aduh, aku rasanya nggak Pe De banget”, atau yang populer sekarang “Pe De aja lagi” sering kita dengar, baik dari kalangan pebisnis, profesi, ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak sekolahan. Mengapa? Karena rasa percaya diri membuat kita menjadi ragu-ragu dan terhambat melakukan aktivitas secara maksimal. Kita bisa menjadi tidak percaya diri karena ketidaktahuan, tidak pengalaman, trauma atau karena persepsi negatif dan sikap pesimis.
2. Suka menunda.
“oh.., belum ada kesempatan.” atau “Oh ya, nanti cari waktu yang baik…” Rasanya kita begitu sering mengulur waktu dan beralasan untuk menunda mengerjakan sesuatu. Entah karena rasa takut, malas atau karena sikap yang pasif, kita lebih cenderung melihat pada faktor resiko daripada profit, pada konsekuensinya daripada prestasi yang diraih. Akhirnya kita tertinggal dan kehilangan peluang.
3. Tidak pernah berlatih.
Seekor rajawali muda akhirnya bisa terbang tinggi dan mampu melintasi badai, karena ia dilatih dengan tekun oleh induknya. Begitu juga dengan kita. Tidak seorang pun menjadi ahli dan mahir secara otomatis atau secara tiba-tiba. Kita mungkin bisa bermimpi dan memiliki banyak ide, tapi jangan berharap kita langsung menjadi seorang ahli ketika terbangun. Pengalaman berhasil atau gagal adalah seperti latihan. Pengalaman akan mengasah potensi kita. Tanpa latihan yang konsisten, kita sulit mencapai prestasi optimal.
SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN
1. Persepsi yang benar tentang kegagalan.
Potensi yang terpendam bisa menjadi suatu kompetensi yang andal, jika kita memiliki cukup keberanian untuk memulai bertindak dan mencoba. Seperti proses seorang anak yang mulai belajar berjalan, terjatuh lalu bangun lagi itu sudah biasa. Dengan menyediakan ruang gagal bagi diri pribadi, kita dapat memandang kegagalan sebagai ibu keberhasilan.
2. Temukan peluang yang tepat.
Bagaimana caranya? Kalaupun ada apakah itu bisa cocok untuk kita? Pada saat ini, dengan tinggkat kompetisi yang berat, sulit menemukan peluang dalam bentuk yang “nyaman”. Seringkali peluang datang dalam wujud penuh tantangan, berisiko, dan menuntut suatu keberanian. Namun tidak jarang semakin tinggi risikonyasemakin besar pula peluangnya. Kita dapat menemukan peluang yang tepat jika kita mengetahui apa bakat dan minat yang kita miliki. Dengan sedikit kretivitas dan keberniaan, kita dapat meraih dan memanfaatkan peluang itu.
3. Bangkitkan motivasi menimba pengalaman.
Ada banyak alasan seseorang ketika melakukan sesuatu. Ada yang hanya sekedar coba-coba, iseng atau karena tidak ada pekerjaan lain. Apa pun itu, asalkan kemudian dilakukan dengan motivasi dan cara yang benar pasti memberi pengalaman yang sangat berharga bagi kita. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman akan mengasah keahlian dan akhirnya mengembangkan potensi kita secara maksimal.
UNTUK DIRENUNGKAN
Kegagalan dalam latihan adalah batu asah bagi keberhasilan, namun gagal berlatih merupakan bencana masa depan.
 
 
 
 
 
 
13 Votes

Rafael Solano seorang penggali tambang sudah merasa putus asa. Karena telah berbulan-bulan gagal dan telah 999.999 kali menguji batuan lunak di antara batu cadas dari sebuah sungai kering tanpa hasil.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa, namun ia berhenti sekali lagi dan berusaha mencoba untuk kesejuta kalinya. Apa hasilnya Dari sebongkah batuan yang tampak tak berharga ia menemukan berlian terbesar dan paling cemerlang di dunia yang dikenal sebagai The Liberator.
Demikian halnya dengan potensi diri kita, ia serupa permata yang harus digali, dicari, ditemukan, dan diasah hingga berkilau. Hingga bakapotensi yang kita miliki dapat dikembangkan. Namun pada kenyataannya mengapa seringkali kita sulit menggali potensi diri?
PENYEBABNYA
1. Merasa tidak percaya diri.
Rupanya masalah rasa percaya diri sudah menjadi permasalahan klasik di semua lapisan masyarakat. Komentar seperti “Aduh, aku rasanya nggak Pe De banget”, atau yang populer sekarang “Pe De aja lagi” sering kita dengar, baik dari kalangan pebisnis, profesi, ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak sekolahan. Mengapa? Karena rasa percaya diri membuat kita menjadi ragu-ragu dan terhambat melakukan aktivitas secara maksimal. Kita bisa menjadi tidak percaya diri karena ketidaktahuan, tidak pengalaman, trauma atau karena persepsi negatif dan sikap pesimis.
2. Suka menunda.
“oh.., belum ada kesempatan.” atau “Oh ya, nanti cari waktu yang baik…” Rasanya kita begitu sering mengulur waktu dan beralasan untuk menunda mengerjakan sesuatu. Entah karena rasa takut, malas atau karena sikap yang pasif, kita lebih cenderung melihat pada faktor resiko daripada profit, pada konsekuensinya daripada prestasi yang diraih. Akhirnya kita tertinggal dan kehilangan peluang.
3. Tidak pernah berlatih.
Seekor rajawali muda akhirnya bisa terbang tinggi dan mampu melintasi badai, karena ia dilatih dengan tekun oleh induknya. Begitu juga dengan kita. Tidak seorang pun menjadi ahli dan mahir secara otomatis atau secara tiba-tiba. Kita mungkin bisa bermimpi dan memiliki banyak ide, tapi jangan berharap kita langsung menjadi seorang ahli ketika terbangun. Pengalaman berhasil atau gagal adalah seperti latihan. Pengalaman akan mengasah potensi kita. Tanpa latihan yang konsisten, kita sulit mencapai prestasi optimal.
SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN
1. Persepsi yang benar tentang kegagalan.
Potensi yang terpendam bisa menjadi suatu kompetensi yang andal, jika kita memiliki cukup keberanian untuk memulai bertindak dan mencoba. Seperti proses seorang anak yang mulai belajar berjalan, terjatuh lalu bangun lagi itu sudah biasa. Dengan menyediakan ruang gagal bagi diri pribadi, kita dapat memandang kegagalan sebagai ibu keberhasilan.
2. Temukan peluang yang tepat.
Bagaimana caranya? Kalaupun ada apakah itu bisa cocok untuk kita? Pada saat ini, dengan tinggkat kompetisi yang berat, sulit menemukan peluang dalam bentuk yang “nyaman”. Seringkali peluang datang dalam wujud penuh tantangan, berisiko, dan menuntut suatu keberanian. Namun tidak jarang semakin tinggi risikonyasemakin besar pula peluangnya. Kita dapat menemukan peluang yang tepat jika kita mengetahui apa bakat dan minat yang kita miliki. Dengan sedikit kretivitas dan keberniaan, kita dapat meraih dan memanfaatkan peluang itu.
3. Bangkitkan motivasi menimba pengalaman.
Ada banyak alasan seseorang ketika melakukan sesuatu. Ada yang hanya sekedar coba-coba, iseng atau karena tidak ada pekerjaan lain. Apa pun itu, asalkan kemudian dilakukan dengan motivasi dan cara yang benar pasti memberi pengalaman yang sangat berharga bagi kita. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman akan mengasah keahlian dan akhirnya mengembangkan potensi kita secara maksimal.
UNTUK DIRENUNGKAN
Kegagalan dalam latihan adalah batu asah bagi keberhasilan, namun gagal berlatih merupakan bencana masa depan.

Rafael Solano seorang penggali tambang sudah merasa putus asa. Karena telah berbulan-bulan gagal dan telah 999.999 kali menguji batuan lunak di antara batu cadas dari sebuah sungai kering tanpa hasil.
Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa, namun ia berhenti sekali lagi dan berusaha mencoba untuk kesejuta kalinya. Apa hasilnya Dari sebongkah batuan yang tampak tak berharga ia menemukan berlian terbesar dan paling cemerlang di dunia yang dikenal sebagai The Liberator.
Demikian halnya dengan potensi diri kita, ia serupa permata yang harus digali, dicari, ditemukan, dan diasah hingga berkilau. Hingga bakapotensi yang kita miliki dapat dikembangkan. Namun pada kenyataannya mengapa seringkali kita sulit menggali potensi diri?
PENYEBABNYA
1. Merasa tidak percaya diri.
Rupanya masalah rasa percaya diri sudah menjadi permasalahan klasik di semua lapisan masyarakat. Komentar seperti “Aduh, aku rasanya nggak Pe De banget”, atau yang populer sekarang “Pe De aja lagi” sering kita dengar, baik dari kalangan pebisnis, profesi, ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak sekolahan. Mengapa? Karena rasa percaya diri membuat kita menjadi ragu-ragu dan terhambat melakukan aktivitas secara maksimal. Kita bisa menjadi tidak percaya diri karena ketidaktahuan, tidak pengalaman, trauma atau karena persepsi negatif dan sikap pesimis.
2. Suka menunda.
“oh.., belum ada kesempatan.” atau “Oh ya, nanti cari waktu yang baik…” Rasanya kita begitu sering mengulur waktu dan beralasan untuk menunda mengerjakan sesuatu. Entah karena rasa takut, malas atau karena sikap yang pasif, kita lebih cenderung melihat pada faktor resiko daripada profit, pada konsekuensinya daripada prestasi yang diraih. Akhirnya kita tertinggal dan kehilangan peluang.
3. Tidak pernah berlatih.
Seekor rajawali muda akhirnya bisa terbang tinggi dan mampu melintasi badai, karena ia dilatih dengan tekun oleh induknya. Begitu juga dengan kita. Tidak seorang pun menjadi ahli dan mahir secara otomatis atau secara tiba-tiba. Kita mungkin bisa bermimpi dan memiliki banyak ide, tapi jangan berharap kita langsung menjadi seorang ahli ketika terbangun. Pengalaman berhasil atau gagal adalah seperti latihan. Pengalaman akan mengasah potensi kita. Tanpa latihan yang konsisten, kita sulit mencapai prestasi optimal.
SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN
1. Persepsi yang benar tentang kegagalan.
Potensi yang terpendam bisa menjadi suatu kompetensi yang andal, jika kita memiliki cukup keberanian untuk memulai bertindak dan mencoba. Seperti proses seorang anak yang mulai belajar berjalan, terjatuh lalu bangun lagi itu sudah biasa. Dengan menyediakan ruang gagal bagi diri pribadi, kita dapat memandang kegagalan sebagai ibu keberhasilan.
2. Temukan peluang yang tepat.
Bagaimana caranya? Kalaupun ada apakah itu bisa cocok untuk kita? Pada saat ini, dengan tinggkat kompetisi yang berat, sulit menemukan peluang dalam bentuk yang “nyaman”. Seringkali peluang datang dalam wujud penuh tantangan, berisiko, dan menuntut suatu keberanian. Namun tidak jarang semakin tinggi risikonyasemakin besar pula peluangnya. Kita dapat menemukan peluang yang tepat jika kita mengetahui apa bakat dan minat yang kita miliki. Dengan sedikit kretivitas dan keberniaan, kita dapat meraih dan memanfaatkan peluang itu.
3. Bangkitkan motivasi menimba pengalaman.
Ada banyak alasan seseorang ketika melakukan sesuatu. Ada yang hanya sekedar coba-coba, iseng atau karena tidak ada pekerjaan lain. Apa pun itu, asalkan kemudian dilakukan dengan motivasi dan cara yang benar pasti memberi pengalaman yang sangat berharga bagi kita. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman akan mengasah keahlian dan akhirnya mengembangkan potensi kita secara maksimal.
UNTUK DIRENUNGKAN
Kegagalan dalam latihan adalah batu asah bagi keberhasilan, namun gagal berlatih merupakan bencana masa depan.

Prestasi

Prestasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Contoh usaha belajar
Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. [1] Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. [2] Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang. [1] Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapai situasi segala aspek kehidupan. [1] Karakter orang yang berprestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh [2] Karakter-karakter tersebut menunjukan bahwa untuk meraih prestasi tertentu, dibutuhkan kerja keras. [2]

Macam-macam Prestasi

Ada beberapa prestasi yang dapat dicapai oleh setiap orang, diantaranya:
1. Prestasi Belajar
Hasil yang diperoleh atas usaha belajar. [1] Misalnya prestasi siswa di sekolah, menjadi juara umum setiap tahunnya. [1]
2. Prestasi Kerja Merupakan hasil yang didapatkan dari usaha kerja yang telah dilakukan. [1] Misalnya naiknya jabatan atas kerja keras selama ini. [1]
Contoh penghargaan atas prestasi seni
3. Prestasi Seni
Merupakan hasil yang diperoleh dari usaha seni. [1] Misalnya prestasi seorang penyanyi ataupun seniman lainnya yang berupa penghargaan. [1]
4. Prestasi Olah raga
Merupakan hasil yang diperoleh atas usaha dan kerja keras di bidang olah raga. [1] Misalnya seorang olahragawan mendapat medali emas atas juara pertama yang dicapai saat mengikuti Pekan Olah Raga Nasional (PON). [1]
5. Prestasi Lingkungan Hidup
Prestasi lingkungan hidup merupakan prestasi yang diperoleh atas usaha penyelamatan lingkungan hidup. [1] Misalnya individu maupun kelompok mendapatkan penghargaan atas usaha penyelamatan lingkungan hidup berupa menanam pohon kembali atau reboisasi di hutan. [1]

Sikap dalam Berprestasi

Sikap yang mendukung seseorang dalam brepestasi diantaranya:
a. Berorientasi pada masa depan dan cita-cita [1]
b. Berorientasi pada keberhasilan [1]
c. Berani mengambil atau menghadapi risiko [1]
d. Rasa tanggung jawab yang besar [1]
e. Menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik [1]
f. Memiliki sikap kreatif, dan inovatif, serta mampu memanajemen waktu dengan baik. [1]
Setiap orang mutlaknya berperilaku dalam menghasilkan sesuatu. [1] Namun prestasi atau keberhasilan yang diraih tak luput dari bantuan orang lain. [1] Misalnya bantuan spiritual, material, maupun bantuan yang lain. [1] Dalam proses mencapai keberhasilan, setiap orang akan menghadapi tantangan, diantaranya:
a. Berasal dari diri-sendiri
Tantangan dari diri-sendiri adalah bakat, potensi, kecerdasan atau intelektual, minat, motivasi, kebiasaan, emosi, kesehatan dan pengalaman pribadi. [1]
b. Berasal dari lingkungan
Tantangan dari lingkungan berupa tantangan dari keluarga, sekolah, masyarakat, sarana dan prasarana, fasilitas, gizi, dan tempat tinggal. [1]

Arti Penting Prestasi

Prestasi dapat digunakan untuk meningkatkan potensi diri. Berikut ini adalah arti pentingnya prestasi:
1. Prestasi merupakan wujud nyata kualitas dan kuantitas yang diperoleh seseorang atas usaha yang diperoleh.
2. Prestasi merupakan pengalaman yang dialami seseorang dan bisa menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.
3. Prestasi merupakan kebanggaan bagi diri-sendiri, keluarga, kelompok, masyarakat, bangsa dan negara.
4. Prestasi digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan seseorang, kelompok, masyarakat, bangsa dan negara.

Struktur Teks Ekplanasi


Struktur, Ciri, Definisi, dan Contoh Teks Eksplanasi - Teks ekplanasi adalah sebuah karangan yang isinya berupa penjelasan – penjelasan lengkap mengenai suatu topik yang berhubungan dengan fenomena – fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan sehari – hari. Teks ini bertujuan untuk memberikan informasi sejelas – jelasnya kepada pembaca agar paham atau mengerti tentang suatu fenomena yang terjadi.

 

Ciri – Ciri


Suatu teks dapat dikatakan sebuah teks ekplanasi jika memiliki ciri – ciri seperti berikut :

1. Memuat informasi – informasi fakta.
2. Membahas suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau ilmu pengetahuan.
3. Bersifat informative dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca untuk mempercayai hal yang dibahas di dalam teks.
4. Memiliki / menggunakan sequence markers, seperti pertama, kedua, ketiga, dsb. atau pertama, berikutnya, terakhir.

 

Struktur Teks Ekplanasi


Teks ekplanasi terdiri dari bagian – bagian seperti di bawah ini :

1. General Statement / Pernyataan umum

Bagian pertama teks ekplanasi adalah general statement atau yang disebut juga dengan pernyataan umum. Bagian ini menyampaikan topik atau permasalahan yang akan di bahas pada teks ekplanasi yang berupa gambaran umum mengenai apa dan mengapa suatu fenomena tersebut bisa terjadi. General statement ini harus ditulis semenarik mungkin agar para pembaca bisa tertarik untuk membaca isi teks secara keseluruhan.

2. Sequence of Explanation / Deretan Penjelas

Bagian ini mengandung penjelasan – penjelasan mengenai sebuah topik yang akan dibahas secara lebih mendalam. Bagian ini ditulis untuk menjawab pertanyaan how, bagaimana dan urutan sebab – akibat dari sebuah fenomena yang terjadi. Bagian ini biasanya ditulis dalam 2 atau 3 paragraf.

3. Closing

Bagian terakhir dari teks ekplanasi adalah closing yang mengandung intisari atau kesimpulan dari fenomena yang telah dibahas. Di dalam bagian ini juga bisa ditambahkan saran atau juga tanggapan penulis mengenai fenomena tersebut.

Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi


Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi



Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi| Kali ini seputar pengertian, jenis, ciri-ciri, struktur, dan contoh-contoh teks eksposisi terbaru.. Pengertian teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Contoh-contoh teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau koran, namun contoh eksposisi dapat dilihat dibawah ini tetapi sebelum itu mari kita pelajari teks eksposisi lebih dalam dengan melihat jenis, ciri-ciri struktur dan tujuan eksposisi antara lain sebagai berikut... 

Jenis-Jenis Teks Eksposisi
  • Eksposisi definisi
  • Eksposisi Proses
  • Eksposisi Klasifikasi
  • Eksposisi Ilustrasi
  • Ekskposisi Perbandingan
  • Eksposisi Laporan 
Ciri-Ciri Teks Eksposisi 
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan 
  • Gaya informasi yang mengajak 
  • Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku 
  • Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca 
  • Fakta dibakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi 
Struktur Teks Eksposisi
  • Tesis (Pembukaan)
  • Argumentasi (Isi)
  • Penegasan Ulang (Penegasan ulang)
Tujuan Teks Eksposisi
Tujuan teks eksposisi adalah untuk memaparkan atau menjelaskan infomasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah.

Rabu, 23 Maret 2016

Pentingnya Menggali Potensi Diri Sendiri

Pentingnya Menggali Potensi Diri Sendiri

Di Negara Negara Maju, sumber daya manusia sudah dioptimalkan sejak dini, bukan hanya pemerintah yang melakukan hal ini, namun juga banyak organisasi, sehingga pengoptimalan sumber daya ini dilakukan secara merata, dan semua berusaha menggali potensi diri, hasilnya adalah potensi akan bisa dikembangkan demi mendukung kemajuan bersama.
Pernahkah Anda meilhat anak-anak di Jepang yang masih berusia dibawah 15 tahun namun sudah mampu membuat sebuah robot yang bisa memudahkan pekerjaan manusia ? Atau mungkin Anda pernah melihat anak-anak Indonesia yang usianya masih sangat kecil sekitar 7 tahunan sudah mampu memainkan piano dengan sangat mahir ?
menggali potensi diri
Bila Anda pernah melihatnya, apa yang terlintas dipikiran Anda ? Apakah mereka hebat ? Apakah mereka anak-anak ajaib dengan kelebihan dan anugerah yang luar biasa ? Jadi kami ingin mengajak Anda untuk berpikir kearah sana. Mengapa mereka yang usianya jauh dibawah Anda justru pandai dalam memainkan alat musik atau membuat robot yang sangat rumit ? Padahal belum tentu orang dewasa seperti Anda bisa membuatnya.
Ini merupakan salah satu hal yang berkaitan dengan pentingnya menggali potensi diri. Bila saja kedua orang tua mereka tidak mengenali anak mereka, kemudian tidak mengetahui apa potensi yang dimiliki oleh si anak, mungkin Anda tidak akan melihat anak-anak ajaib tersebut. Jadi jawabannya adalah terletak pada potensi yang dimiliki setiap anak.
Sebagai orang tau kita harus paham benar mengenai potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita. Dimanakah letak kelebihannya ? Kira-kira apa yang bisa kita kembangkan dari potensi yang mereka miliki ? Pertanyaan sederhana seperti ini yang bisa menjadi pemicu untuk Anda agar Anda bisa memilihkan dunia yang yang sesuai dengan kepribadian mereka.
Namun kita sadar sepenuhnya bahwa tidak banyak orang yang bisa menggali potensi diri, bahkan diri kita sendiri. Kita sering terlena dengan kehidupan saat ini, kehidupan yang menyenangkan dan nyaman untuk kita jalani. Kita sering lalai untuk memaksimalkan apa yang ada dalam diri kita. Oleh karena itu kita perlu belajar untuk terus menggali potensi diri sehingga kita menemukan siapa diri kita sebenarnya. Ingin menjadi apa selama kita hidup di dunia. Apakah kita ingin menjadi orang sukses dibidang kelautan atau mungkin kita ingin sukses dibidang seni ?
Program yang kami tawarkan kepada anda berikut ini adalah sebuah cara menggali potensi diri yang paling tepat, karena akan membuat segala potensi dari diri anda menjadi maksimal. Anda akan dapat mengaktifkan kemampuan dari rohani dan ruhani. Sehingga anda bisa menata diri dengan baik. Tidak lagi hidup dengan dikendalikan oleh EGO dan AMARAH ataupun KEINGINAN.

Pengertian, Tujuan, Generic Structure

Report Text: Pengertian, Tujuan, Generic Structure, dan

Beberapa waktu lalu, KBI telah memberikan artikel mengenai contoh report text tentang kangguru. Apakah Anda tahu apa itu report text? Report text merupakan salah satu jenis teks dalam bahasa inggris. Report text sering kali disamakan dengan descriptive text, tetapi sebenarnya report text berbeda dengan descriptive text hanya saja memiliki beberapa kesamaan saja. Pada kesempatan ini KBI akan membahas tentang report text. Berikut ini penjelasannya.
Report Text: Pengertian, Tujuan, Generic Structure, dan Contoh Terlengkap

Pengertian

“A report text is a type of text that announce the result of an investigation or announce something. The information given in a report text is very general information.”
Report text adalah jenis teks yang mengumumkan hasil penyelidikan atau mengumumkan sesuatu . Informasi yang diberikan dalam teks laporan adalah informasi yang sangat umum.
Apasih yang membedakan report text dan descriptive text? Jika Anda membandingkannya dengan seksama, bedanya adalah recont text menjelaskan sesuatu secara general atau umum sedangkan descriptive text menjelaskan sesuatu yang spesifik atau khusus. Report text juga biasanya bersifat ilmiah.

Tujuan

“Social function of report text is to present information about something generally to the reader.”

Social function dari report text adalah untuk menyajikan informasi tentang sesuatu secara umum kepada pembaca.
Secara umum, report text menggambarkan hal-hal yang berkenaan dengan fenomena alam , buatan manusia dan sosial di lingkungan kita , seperti : mamalia , planet-planet , batu , tanaman , negara-negara dan kota, budaya , transportasi , dan sebagainya. Dan report text bersifat ilmiah karena menyajikan fakta-fakta sebagai hasil penelitian atau observasi.

Generic Structure

General Classification
berisi pernyataan umum tentang subject yang dibicarakan atau dibahas.
Description
merupakan bagian yang memberikan gambaran secara detail mengenai subject yang dibahas pada bagian general classification.


Pentingnya Globalisasi

Pentingnya Globalisasi Bagi Indones

 
Tulisan kali ini akan membahas seputar pentingnya globalisasi bagi Indonesia, khususnya untuk hal-hal yang berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia. Globalisasi ibarat uang bermata dua, yang satu memberikan dampak positif dan yang lainnya berdampak negatif. Oleh sebab itu kita harus pintar memilah mana yang baik dan itu harus dioptimalkan dan mana yang buruk dan itu harus diminimalisir atau dihilangkan. Dan inilah pentingnya globalisasi bagi Indonesia:
Source : https://www.flickr.com/photos/duke_raoul/2262882022

Pentingnya Globalisasi Bagi Indonesia

Inilah Arti Pentingnya Globalisasi Bagi Indonesia

Dalam bidang ekonomi, era globalisasi ini memberikan dampak yang begitu luar biasa bagi Indonesia. Indonesia bisa mengekspor produk-produk ke luar negeri untuk dijadikan devisa negara dan mengimpor produk-produk luar negeri untuk keperluan didalam negeri. Globalisasi juga bisa memperlancar arus modal investasi yang masuk kedalam negeri yang digunakan untuk pembangunan negara.
Pada sisi lainnya globalisasi memungkinkan perusahaa-perusahaan Indonesia menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan asing guna memperluas pasar dan tentunya ini berita baik terutama untuk peningkata PDB Indonesia. Selain itu globalisasi juga diharapkan bisa meningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin cerdas, terampil, dan memiliki daya saing ditingkat global.
Selain itu globalisasi juga memiliki peranan yang sangat penting bagi Indonesia misalnya saja dalam bidang sosial. Kita seringkali mendengar atau melihat didalam media berita bahwa bantuan-bantuan sosial seringkali datang ke Indonesia dari luar negeri baik yang bentuknya hibau maupun tidak. Keadaan-keadaan ini umumnya terjadi pada saat Indonesia tertimpa bencana seperti Tsunami 2014.

Baca Juga : Definisi Globalisasi dan Dampaknya
Pentingnya globalisasi bagi Indonesia juga melibatkan bidang lainnya seperti budaya. Globalisasi memudahkan para pelajar Indonesia untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui teknologi. Selain itu banyak juga pelajar Indonesia yang menuntut ilmu diluar negeri seperti di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Dan Indonesia juga sering menggelar pementasan budaya diluar negeri.
Dalam bidang teknologi juga globalisasi memberikan dampak yang besar bagi Indonesia. Saat ini banyak sekali perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknologi tinggi dari transfer knowledge perusahaan-perusahaan terkemuka luar negeri. Ketahuilah bahwa teknologi yang digunakan diberbagai bidang di Indonesia tidak kalah hebat dengan teknologi yang ada di luar sana.
Teknologi semakin lama semakin memudahkan manusia termasuk orang-orang Indonesia. Saat ini sangat mudah sekali orang-orang untuk berkomunikasi walaupun dipisahkan dengan jarak yang jauh. Saat ini kita mengenai smartphone, tablet, internet, video calling, dan lain  sebagainya. Begitu juga dengan teknologi transportasi yang semakin lama semakin mempermudah manusia dalam mobilitas.