Akibat Dari Penebangan Liar

Akibat dari
penebangan liar adalah terjadinya kerusakan pada bumi, dengan terjadinya
bencana alam seperti : tanah longsor, banjir, erosi (perubahan bentuk
batuan, tanah dan lumpur), dan pemanasan global. Oleh karena itu kita
sebagai makhluk yang hidup di bumi harus menjaga agar hutan di Indonesia
tetap utuh dan makin bertumbuh, bukan malah membuat hutan kita menjadi
gundul supaya terbebas dari kerusakan alam yang membuat kita susah dan
mendapatkan bencana nantinya. Pemerintah Indonesia sendiri terus
berupaya untuk memberantas penebangan liar, akan tetapi program tersebut
belum sepenuhnya optimal untuk memberantas penebangan liar yang ada di
Negeri tercinta ini. Pemerintah dan warga setempat telah bergotong
royong untuk membantu mengusir pembalakan liar yang ada di tiap – tiap
wilayah mereka masing – masing agar wilayah tersebut terbebas dari
pembalakan liar dan hutan mereka bisa dipertahankan keasliannya.
Erosi
mempunyai dampak yang kebanyakan merugikan, karena terjadi kerusakan
lingkungan hidup. Menurut penelitian bahwa 15% permukaan bumi mengalami
erosi. Kebanyakan disebabkan oleh erosi air kemudian oleh angin. Jika
erosi terjadi di tanah pertanian maka tanah tersebut berangsur – angsur
akan menjadi tidak subur, karena lapisan tanah yang subur makin menipis,
dan jika terjadi di pantai maka bentuk garis pantai akan berubah.
Dampak lain
dari erosi merupakan sedimen dan poluton pertanian yang terbawa air akan
menumpuk di suatu tempat. hal ini bisa menyebabkan pendangkalan air
waduk, kerusakan ekosistem di danau, pencemaran air minum dan lain
sebagainya.
Pemanasan
global / global warming mempunyai dampak jangka pendek dan jangka
panjang yang sangat berbahaya dan akan menyebabkan bencana yang cukup
besar bagi bumi. Dampak pemanasan global jangka pendek antara lain :
Perubahan cuaca yang tidak lagi bisa di prediksi, rentang waktu musim
kemarau dan musim penghujan tidak seimbang. Peralihan musim diiringi
dengan sering terjadi angin puting beliung dan hujan badai di laut
mengakibatkan gelombang pasang yang besar di sepanjang pantai, hal ini
mengakibatkan pengikisan daratan di sepanjang garis pantai.
Dan yang
lebih mengerikan adalah dampak jangka panjang nya seperti : Apabila
pantai terkena abrasi terus menerus hal ini akan mengakibatkan permukaan
laut makin tinggi. Dalam jangka panjang kota/daerah yang pantainya
terkena abrasi akan tenggelam. Kekeringan dan banjir yang melanda
sejumlah daerah dapat mengakibatkan krisis pangan. Rawan longsor, hujan
lebat dengan intensitas yang tinggi sehingga dapat mengakibatakan tanah
longsor. Apalagi hutan dan lahan tertentu telah beralih fungsi. Ada
sekitar 918 lokasi rawan longsor yang tersebar diseluruh Indonesia,
diantaranya NTT, Kalimantan, Bali dan Jawa Timur. Yang terakhir akan
semakin rawan penyakit di setiap pergantian musim, tidak hanya penyakit
yang menyerang manusia tetapi juga menyerang tanaman dan binatang. Lihat
saja selalu ada jenis penyakit baru yang mewabah apabila terjadi
pergantian musim.
Hal – hal diatas tidak terlepas dari
akibat perilaku manusia itu sendiri. Mari kita mencerminkan perilaku
cinta alam dan lingkungan untuk kelangsungan hidup kita dan bumi ini
lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar